Bangunan gedung merupakan aset berharga yang harus diperhatikan kondisinya. Untuk itu, diperlukan perawatan yang tepat agar bangunan gedung dapat berfungsi dengan baik dan aman.

Pemeliharaan berkala bangunan gedung menjadi kunci utama dalam memastikan bangunan tetap dalam kondisi optimal dan dapat memenuhi kebutuhan penggunanya.

Melalui artikel ini, kami akan mengeksplorasi alasan-alasan mengapa pemeliharaan berkala bangunan gedung sangat penting untuk diperhatikan. Tentu saja salah satunya adalah untuk menjaga keandalan, keamanan, dan kenyamanan penghuninya.

Umumnya, masyarakat Indonesia hanya cukup melakukan perbaikan terhadap hal yang dianggap rusak. Namun, bagaimana jika fungsi bangunan gedung lebih kompleks lagi? Misalnya, seperti fungsi bangunan industri, produksi, dan lainnya.

Secara keseluruhan, pemeliharaan berkala menjadi bagian yang tak terpisahkan dari manajemen bangunan yang ditujukan untuk memastikan keamanan, kinerja, dan nilai aset.

Mengapa pemeliharaan bangunan gedung penting?

Bangunan gedung perlu mendapatkan pemeliharaan secara berkala karena beberapa alasan, seperti:

  1. Keamanan: Pemeliharaan yang teratur dapat memastikan bahwa bangunan tetap aman untuk digunakan. Pemeliharaan ini termasuk pemeriksaan struktural, sistem proteksi kebakaran, dan pengecekan sistem keamanan untuk mencegah kecelakaan yang dapat membahayakan penghuni atau pengunjung.
  2. Mempertahankan dan meningkatkan nilai aset: Bangunan adalah aset berharga yang memerlukan perawatan yang tepat untuk mempertahankan nilai aset. Pemeliharaan yang teratur dapat mencegah kerusakan dan penurunan nilai properti.
  3. Kepatuhan regulasi: Di Indonesia sendiri, setiap pemilik bangunan gedung diwajibkan mematuhi peraturan dan standar tertentu. Misalnya, keharusan memiliki Sertifikat Laik Fungsi, peraturan keselamatan kebakaran, atau peraturan lingkungan sesuai peraturan perundang-undangan. Pemeliharaan yang baik membantu pemilik memastikan bahwa bangunan tetap mematuhi semua persyaratan yang berlaku.
  4. Menghasilkan kinerja yang efisien dan fungsional: Pemeliharaan yang tepat dapat memastikan bangunan gedung dapat berfungsi sesuai dengan tujuannya. Dari pemeriksaan berkala, pemilik dapat melakukan perbaikan peralatan, perawatan fasilitas, serta peningkatan infrastruktur secara tepat dan cepat. Dengan begitu, bangunan gedung dapat tetap beroperasi secara efisien.
  5. Kualitas dan kenyamanan penghuni: Pemeliharaan berkala dapat membantu menjaga kualitas ruang dalam bangunan, termasuk kebersihan, kelembaban, serta pemeliharaan furnitur dan peralatan. Dengan begitu, lingkungan kerja dan tempat tinggal menjadi lebih nyaman sehingga meningkatkan produktivitas kerja.

Bagian yang perlu dipelihara dan dicek secara berjangka

Terdapat beberapa bagian penting dari sebuah bangunan yang memerlukan pemeliharaan dan pemeriksaan secara berkala. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Struktur bangunan: Struktur bangunan harus diperiksa secara teratur untuk memastikan kekuatan dan kestabilannya. Umumnya, pemeriksaan ini meliputi bagian fondasi, dinding, kolom, balok, dan atap. Pemeriksaan bangunan gedung dapat segera mendeteksi retak, kerusakan, atau tanda-tanda kelemahan struktural.
  2. Sistem kelistrikan (elektrikal): Sistem listrik harus diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak ada kabel, soket, dan perangkat listrik lainnya yang gagal berfungsi. Tak kalah pentingnya, manajemen juga harus memeriksa sistem grounding dan proteksi kelebihan arus.
  3. Mesin operasional: Jika di dalam bangunan gedung terdapat mesin-mesin yang digunakan untuk operasional, tentu saja harus dilakukan pengecekan dan pemeliharaan. Hal ini termasuk juga pengurusan izin operasi, sertifikat laik operasional, dan persyaratan lain sesuai peraturan yang berlaku.
  4. Sistem proteksi kebakaran: Sistem pemadam api, termasuk sprinkler dan detektor asap harus dilakukan pengujian secara teratur. Hal ini ditujukan untuk memastikan sistem pemadam kebakaran dapat berfungsi dengan baik.
  5. Peralatan HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning): Peralatan HVAC harus dirawat secara rutin untuk menjaga usia pakai dan kinerjanya. Pemeriksaan dan pemeliharaan ini biasanya dilakukan dengan cara pembersihan filter udara, memeriksa suhu dan tekanan, serta memeriksa sistem pemanas dan pendingin.
  6. Sistem plumbing: Sistem plumbing harus diperiksa secara rutin untuk mendeteksi kebocoran, sumbatan, atau kerusakan lainnya. Selain itu, pastikan melakukan pemeriksaan terhadap sistem penyediaan air bersih dan pembuangan limbah.
  7. Jendela dan pintu: Meski terlihat sepele, jendela dan pintu harus dipastikan terpasang dan berfungsi dengan baik, terlebih lagi jendela dan pintu darurat (emergency exit). Periksa bagian segel untuk mencegah kebocoran serta pastikan dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.
  8. Lantai dan dinding: Lantai dan dinding harus dipelihara untuk mencegah retak, kelembaban, atau kerusakan lainnya. Ini termasuk pemeriksaan terhadap keausan dan kebocoran.
  9. Sistem keamanan bangunan gedung: Sistem keamanan seperti kamera pengawas (cctv) dan alarm harus diuji secara teratur.

Secara keseluruhan, pemeliharaan bangunan gedung secara berkala adalah bagian yang tak terpisahkan dari manajemen bangunan yang bertujuan untuk menjaga keamanan, kinerja, dan nilai aset.

Dengan pemeliharaan yang tepat, pemilik dapat memastikan bangunan gedung tetap dalam kondisi terbaiknya sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

pemeliharaan bangunan gedung

Pihak yang terlibat dalam pemeliharaan bangunan

Umumnya, pihak yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan bangunan gedung adalah pemiliknya. Mereka bisa menunjuk atau melibatkan penyedia layanan pemeliharaan atau membentuk tim internal untuk melakukan tugas pemeliharaan.

Dalam beberapa kasus, banyak pemilik bangunan menyewa penyedia layanan eksternal, seperti perusahaan pemeliharaan bangunan, tim pengkaji teknis, atau vendor spesialis.

Namun, untuk pemeriksaan tertentu untuk mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF), pemilik bangunan gedung perlu melibatkan konsultan SLF terpercaya.

Baca juga: Kriteria Bangunan Gedung yang Layak Mendapatkan SLF

Misalnya dalam inspeksi struktural, pengecekan proteksi kebakaran, atau pengujian kualitas udara, pemilik bangunan mungkin perlu mengontrak profesional konsultan untuk memberikan layanan tersebut. Dengan demikian, pemeliharaan bangunan gedung menjadi upaya kolaboratif antara beberapa pihak.

Post a comment

Your email address will not be published.

Artikel relevan