Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, adapun masa berlaku SLF atau sertifikat laik fungsi bangunan gedung adalah 5 (lima) tahun untuk bangunan umum dan 20 (dua puluh) tahun untuk bangunan tempat tinggal. Jika masa berlakunya habis, pemilik gedung harus mengurus perpanjangan SLF sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku di daerah tempat tinggalnya.

Nah, jika Anda mencari konsultan SLF berpengalaman yang dapat mengurus perpanjangan SLF, memilih jasa kami dapat menjadi solusi yang tepat. Dalam dua tahun terakhir, Pengkaji Teknis sebagai konsultan SLF terlibat sebagai mitra dalam pengurusan PBG dan SLF, baik permohonan baru maupun perpanjangan di beberapa daerah.

Persyaratan perpanjangan SLF

Adapun beberapa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi untuk dapat melakukan perpanjangan SLF bangunan gedung adalah sebagai berikut:

  1. Fotokopi KTP pemilik bangunan gedung dan pemohon.
  2. Jika pemilik bukan kewarganegaraan Indonesia, pemohon diharapkan melampirkan paspor atau ITAS (izin tinggal terbatas).
  3. Fotokopi berkas atau surat bukti kepemilikan tanah
  4. Melampirkan fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan) meliputi SK IMB dan KRK (Ketetapan Rencana Kota) dan site plan yang sudah disahkan.
  5. Melampirkan laporan kelaikan bangunan gedung dari pengkaji teknis bangunan.
  6. Melampirkan dokumen as built drawing bangunan secara keseluruhan, yang meliputi arsitektural, struktur, dan MEP (mekanikal, elektrikal, dan perpipaan).
  7. Melampirkan Sertifikat Laik Operasi atau SLO.
  8. Melampirkan dokumen lingkungan (UKL UPL atau dokumen pengelolaan lingkungan lainnya).
  9. Rekomendasi teknis dari perangkat daerah terkait sistem proteksi kebakaran, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), instalasi listrik, dan pengendalian dampak lingkungan
  10. Jika bangunan gedung berada di luar kawasan, diharapkan dapat melampirkan dokumen Andalalin (Analisis dampak lalu lintas).

Saat melakukan perpanjangan SLF, pastikan kembali bahwa Anda telah memenuhi semua berkas yang dibutuhkan supaya permohonan perpanjangan SLF bisa segera diproses. Namun, jika berkas kurang lengkap, kemungkinan penolakan surat perpanjangan dari instansi penerbit SLF bisa saja terjadi.

Alur permohonan perpanjangan SLF

Proses perpanjangan masa berlaku SLF sebenarnya telah diatur di dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung. Dalam peraturan tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses perpanjangan SLF sebenarnya tak jauh berbeda dengan proses pembuatan awal SLF.

Terlebih lagi, format pelaporan SLF sesuai dengan Permen Nomor 27/PRT/M/2018 mengalami cukup banyak pembaruan. Jadi, ada baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada instansi penerbit SLF di daerah masing-masing atau melalui jasa konsultan SLF terpercaya.

Selanjutnya, adapun alur permohonan perpanjangan SLF adalah sebagai berikut:

1. Pemohon memenuhi berkas administratif

Ketika hendak mengajukan perpanjangan SLF, pemohon atau pemilik gedung harus memenuhi beragam syarat seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Selain berkas utama, ada baiknya Anda juga melengkapi berkas tambahan yang mungkin perlu dicantumkan.

Umumnya, setiap daerah/kota memiliki beberapa persyaratan tambahan yang berbeda dengan daerah lainnya. Misalnya saja seperti Kota Tangerang yang harus dilengkapi surat izin pengambilan air bawah tanah (bila memakai sumur artesis) atau surat keterangan dari penyedia air bersih (apabila tidak memakai sumur artesis).

2. Pemeriksaan kelengkapan dokumen administratif

Setelah berkas perpanjangan SLF (sertifikat laik fungsi) bangunan gedung dimasukkan, alur selanjutnya yakni menunggu pemeriksaan administratif. Bila berkas dan dokumen pendukungnya dinyatakan lengkap, alur selanjutnya aadalah pendataan bangunan gedung yang akan diperpanjang SLF-nya.

Namun, jika dokumen dinyatakan tidak lengkap, berkas akan dikembalikan oleh Perangkat Daerah Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Umumnya, proses pemeriksaan berkas ini hanya membutuhkan waktu singkat.

cara perpanjang SLF pabrik

3. Proses verifikasi berkas dan dokumen pelengkap

Saat proses pemeriksaan berkas sudah lolos, tahapan perpanjangan SLF (sertifikat laik fungsi) bangunan gedung selanjutnya yakni proses verifikasi. Proses tersebut dilaksanakan oleh Tim Teknis Perangkat Daerah Penyelenggara Bangunan Gedung. Dalam praktiknya di lapangan, hasil dari verifikasi ini akan dikonfirmasi tim pelaksana dan pemeriksaan kelayakan fungsi bangunan gedung yang terkait.

Adapun pertimbangan teknis dalam penetapan proses laik fungsi ini juga melibatkan perangkat daerah dari TABG (Tim Ahli Bangunan Gedung) sebagai saksi ahli. Jika verifikasi berjalan lancar, bangunan gedung dapat dinyatakan laik fungsi sehingga perpanjangannya akan dilanjutkan prosesnya.

Ketika proses verifikasi perpanjangan SLF (sertifikat laik fungsi) bangunan gedung dinyatakan lolos, maka akan diberikan surat rekomendasi tambahan sesuai dengan bangunan gedung yang akan diperpanjang SLF-nya.

  • Rekomendasi A, yakni melakukan penyesuaian perubahan (retrofitting) pada bangunan gedung tertentu.
  • Rekomendasi B, yakni melakukan pembatasan okupansi pada wilayah gedung dan manajemen operasional tertentu.

Pentingnya SLF bangunan gedung

Mengapa SLF bangunan gedung penting?

  1. Menghadirkan bangunan yang laik fungsi dan memiliki tata bangunan yang selaras dengan lingkungan.
  2. Mengikuti aturan standar ketertiban dalam penyelenggaraan bangunan gedung yang terjamin, baik dari segi teknis, keselamatan, kenyamanan, maupun kesehatan.
  3. Mengikuti tata aturan pemerintah terkait Undang-Undang Bangunan Gedung yang sesuai dengan standar bangun ruang dan gedung yang berlaku secara umum.
  4. Menghadirkan bangunan yang aman, nyaman, dan sehat untuk dapat digunakan, sehingga memerlukan penilaian teknis dari para ahli di bidangnya.

Post a comment

Your email address will not be published.

Artikel relevan